Selasa, 09 November 2010

Rangkaian start / stop

photo : taufiqsabirin.wordpress


. Rangkaian start/stop umumnya digunakan pada sirkuit atau mesin yang berhubungan dengan induction motor sebagai penggeraknya, seperti mesin-mesin pompa, conveyor, roll dll.

. Sirkuitnya sangat sederhana, hanya terdiri dari beberapa komponen seperti push button, relay dan magnetic contactor yang saling berhubungan.

. Hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk membuat rangkaian tersebut.
  • Push button 2 buah
  • Relay 1 buah
  • Magnetic contactor 1 buah
  • Kabel ukuran 2 mm secukupnya .
  • Kabel beban secukupnya [ disesuaikan dengan daya beban ]
  • Thermis
  • CP [ circuit protector ]
  • NFB [ no fuse breaker ]

Cara kerja

. Pada saat tombol start ditekan 1x, maka relay K1 bekerja terus, sebab rangkaian ini sudah dikunci oleh kontak relay K1 yang dipasang sejajar dengan kontak tombol start, sistem seperti ini dinamakan " self hold ", dan pada saat tombol stop ditekan 1x, maka relay K1 akan berhenti bekerja.

. Selama relay K1 bekerja maka magnetic contactor akan bekerja dan mengalirkan arusnya ke beban motor, sehingga beban pun akan bekerja atau bergerak.

. Beban motor akan dilindungi oleh alat pelindung overload yang dinamakan thermis, jika terjadi overload, kontak thermis akan memutus rangkaian control dan relay K1 akan stop.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terbaru